Pindah…

May 8th, 2006 by yatyasir

Dearest all…

Mulai hari ini, Senin, tanggal delapan bulan lima tahun duaribu enam, jam sembilan pagi waktu Virginia dan sekitarnya… saya menyatakan bahwa weblog My Simple Life di Friendster ini "pensiun" untuk selamanya.

Untuk selanjutnya,

My Simple Life: Ceritaku… or http://www.yatyasir.com

akan jadi weblog permanenku (insya Allah) sampai waktu saya masih bisa bercerita di situ (hehehe).

Makasih nah sudah membaca dan mengirim pesan cinta (lewat komentar kalian terhadap tulisanku)… and please keep on doing that di blog-ku yang di blogspot!

With love and wassalaam,
Yaty Yasir

Art Time!

May 6th, 2006 by yatyasir

Wuuhhuuuyyy! Akhirnya berhasil juga saya bingkai kodong ini hasil karya waktu luangku setelah beberapa minggu tetap ter-attached di buku gambar. Ndak asing toh? karena memang ini juga saya jadikan gambar latar profilku di Friendster.


Sekarang, setiap kali masuk ke apartemen, gambarku ini "menyambut" dengan salam. Yup, itu kaligrafi "Assalaamu’alaykum" yang dikelilingi motif sakura. Bagusji toh?! Hehehehe… puji alé…

Semuanya berawal hari Jumat kemarin…

Senangku’ blah kemarin bisa ke Plaza lagi. Jangan salah… ini bukan mall, shopping center atau tempat ngécéng… tapi (jaringan) toko yang jual peralatan seni (gambar, lukis, dan teman-temannya :) ) dan bingkai foto/gambar. Ikut David ngantor ke downtown DC, saya jalan kaki (japrut = jappa paruntang) beberapa blok ke 20th Street untuk bisa memuaskan hasrat hati di Plaza, hehehe. Alhamdulillaah cuaca bersahabat ji… meskipun pollen rate masih cukup tinggi, tapi pohon oak yang baru saja jadi "musuh besar"ku sudah berhenti mi bercinta (bayangkan mi itu serbuk sari alias sperma-nya ditebar-tebar di udara! Bisanya di’… pohon oak yang "bercinta", saya yang mabok! hahaha!!!).

Plaza yang ada di downtown DC tidak begitu besar tokonya. Tapi isinya… édédéh… bisa bikin bangkrut kalo mo diikuti kata hati. Orang Bugis bilang, benynya mata… rasanya mo semua dibeli. Kalo tidak ingat harus balik ke rumah (artinya butuh waktu sekitar 45 menit naik metro train dan bus untuk sampe’ di Alexandria) sebelum Iman pulang sekolah jam 3:10pm, pasti mi saya betah berlama-lama disitu. Setelah beli tinta untuk pena kaligrafi-ku (baru saya lihat kemarin kalo habis mi waktu mo tolong tuliskan sertifikat untuk temannya si Daeng), beli beberapa buku sketsa berbagai ukuran, dan 2 bingkai dinding (wall frame), dengan berat hati (tapi dengan hati senang, hehehe… sensasionalnya deeeh… kayak sinetron saja :p) saya pulang ke rumah (pake’ singgah di toko halal store dekat rumah).

I was sooo excited. Sampe’ di rumah langsung ka’ kutak katik bingkai yang tadi saya beli dan pasang kaligrafi "Assalaamu’alaykum" di atas di dinding depan pintu masuk ke apartemen. Trus, waktu Iman pulang sekolah, saya ajak dia bikin "project" membuat kaligrafi, menghias dan membingkai puisinya yang berjudul "Black" yang beberapa minggu lalu memenangkan tempat kedua perlombaan menulis puisi di sekolahnya. My young lady ini cukup kreatif dan termasuk dalam karakteristik pemimpi (hehehehe… or in English we called it: a dreamer)… daya imajinasinya tinggi sekali (mengingatkanku sama ponakanku tersayang, Lala :) ) dan dia itu BIG FAN-nya Harry Potter, hehehe. Setelah selesai saya tulis ulang puisinya (gurunya mem-print satu kopi untuk kami dan satu kopi lagi untuk mamanya), giliran Iman yang menggambar di ‘ruang’ yang kosong di sisi-sisinya. Habis itu, dengan sedikit ‘finishing touch’ dan memodifikasi bingkainya, jadilah karya puisinya Iman terbingkai cantik dan menghiasi ruang tengah apartemen ‘home sweet home’ kami…


Iman senang sekali… apalagi itu karya pertamanya yang kita pajang dengan bingkai. Saya dan Baba-nya kompori-ki untuk terus bikin karya yang bagus dan bisa kita pajang untuk penuhi dinding apartemen kami yang masih banyak ruang kosongnya :).

I always enjoy my "art time"! Mungkin berikut saya bikin kaligrafi ayat kesayanganku (Ayatul Kursiy) dan surah kesayangan David (Al-Ikhlas)?

Well, kita lihat saja nanti! (kayak lagu saja, hehehe).

Seputar blog (lagi)

May 5th, 2006 by yatyasir

Sejak kenal yang namanya blog dan punya ‘jaringan’ karenanya (hehehe… pake’ bahasa Indonesia yang baik dan benar… Pak Yus Badudu kapang?!), setiap kali browsing internet, saya pasti cek satu-satu blog teman-teman yang ada di link-ku. Nassami ndak mo ka’ iya ketinggalan berita… apalagi selalu menyenangkan membaca tulisan mereka dengan gaya (style) dan corak yang unik antara satu dengan yang lainnya. Karena komputerku saya "boyong" ke living room di depan tv (sampe’ David bilang, kalo area living room di pojok kanan couch itu "yaty’s working spot", hehe. Meja di kamar itu mo diapakan ya?), kadang si Daeng ikutan ngintip aktivitasku kalo ngecék blogsnya teman-teman (kadang juga kasih komen :) ). Trus, doi bilang… knapa capek-capek buka satu-satu padahal belum tentu yang saya buka itu sudah di-update? Heh, betul juga di’?!

Lama mi sebenarnya David menyarankan untuk pake’ fasilitas Bloglines.com untuk memudahkan me"lacak" update dari website/blogs yang aktif saya buka. Jadi ingat dengan Lina Wuysang waktu awal-awal saya pake’ Friendster. Dia rada panik waktu itu karena setiap kali update blognya di FS, semua teman yang ada dalam list-nya dapat email tentang itu. Jadi kalo 5 kali di-update dalam sehari ya… setiap teman dapat 5 email "pemberitahuan" juga. Ndak heran kalo ada beberapa temannya yang ‘protes’. Repot memang tawwa! Hal yang sama juga dikeluhkan Adink yang malah sampe’ men-delete friends list-nya supaya tidak merepotkan teman-temannya kalo blog-nya dia update.

Sebenarnya Friendster sejak dahulu kala (hehehe) sudah kasih pilihan… kalo tidak salah di "Account Settings". Cuma karena sudah di-setting dari sana, "default"nya itu Receive Friend Updates: YES (padahal kalo mo terbebas dari email dari FS, ya ganti ki pilihannya jadi NO), makanya setiap kali ada update pasti notification-nya juga dikirim ke kita via email. Sekarang FS sudah lebih bijak karena untuk melacak update temans yang ada di list sudah ada di Home: Friend Tracker.

Ternyata memang Bloglines ok punya! Saya ndak perlu lagi buka satu-satu website temans untuk lihat update-nya. Cuma memang dengan Bloglines (dan "providers" lainnya yang berfungsi serupa, untuk men-track website’s updates) requires RSS feed (’Mran, baca maki’ ini eh… lengkapmi itu dengan sejarahnya sekalian, hehehehe). Di Bloglines, kalo tidak tahu RSS websites (termasuk weblogs and podcasting) yang akan kita ‘daftar’, tidak jadi masalah karena Bloglines secara otomatis bisa mendeteksi atau mencari RSS dari website tersebut. Pengalamanku, semua blogs teman yang di FS maupun blogspot (blogger) langsung terdeteksi RSS feed-nya oleh Bloglines. But I do have some problems waktu mo add blogsnya Imran dan Rara yang sama sekali tidak terdeteksi RSS-nya. Saya ksi bunyi tanda emergency pake’ teriak HEEEEEEEEEEEEELP!!!! ke David, hehehe. Itu tongmi enaknya punya "computer helpdesk" yang siap 24 jam 7 hari seminggu, hahahaha! Akhirnya dapat ‘kuliah’ tentang cara dapat RSS feed websites yang tidak terdeteksi. Pretty much dia ksi liatka’ cara meng-hack (hacker kapang?!) lewat Ponyfish RSS Feed Builder. Wow! It’s pretty cool!!! Hehehehe… untuk orang awam komputer dan betul-betul cuma pemakai kayak saya, ‘kuliah’ dari my personal helpdesk (wuhuuuyyy!) yang programmer cukup bikin otakku yang sudah mulai karatan jadi terasah lagi *wink*. So, sekarang bisa ma’ bacaki blogs-nya Rara dan Imran lewat Bloglines… Yay!!!

Weh, ternyata bisa panjang juga kalo nulis tentang blog di’?! Better stop now sebelum para pembaca yang terhormat protes teriak: "Sudah mo kodooooooooooong!!!". Sama ji di darat, kalo sudah bicara susah berhentinya, hahahaha! Tapi percaya maki’, kalo ketemu mi sama my young lady (Iman), saya tidak ada apa-apanya *wink*. Kalo dia sudah bicara, persismi kayak kran bocor (hahaha!) dan Baba-nya langsung bilang: "Iman, you know that thing…", dan cukup stop disitu tanpa kalimat lanjutan, Iman pasti menjawab: "yeah, yeah… I know, I know". Dia tahu, itu tandanya dia ngomong tanpa kontrol dan harus stop, hehehehe.

Eh iyo, last thing… I want to let you know that I really like blogspot… it’s awesome! Coba bandingkan dengan FS yang banyak sekali iklannya dan sudah mulai mi annoying. Moga-moga blogspot/blogger tetap tanpa iklan (Hello Google! Please keep it that way… puhleeeze?). Saya juga sudah minta tolong (again, hehehe) David untuk jadikan blog di blogspot (or blogger) ini jadi default untuk yatyasir dot com… pretty cool, eh?

Oh well… enough for now :). But I can guarantee (insya Allah) that I’ll write "seputar blog (lagi… and lagi)" later. Just don’t get bored, ok? Hehehehe… ‘maksa-nya di?! Ndak tahu mi juga deeeeeeeeeeeeeh??!! :D

Tamu dari Makassar… eh Sydney :)

May 4th, 2006 by yatyasir

Yep! Selama beberapa hari, our home sweet home kedatangan tamu dari Sydney: Kakak Rohani Ambo Rappe. Kak Nani (begitu doi biasa dipanggil) ini ‘anak sekolah’ yang lagi ambil Ph.D program di salah satu universitas di Australia dan lagi "jalan-jalan" ke US dalam rangka mempresentasikan makalahnya pada konferensi yang diselenggarakan di CCMIT di Linthicum Heights (dekat Baltimore, MD) awal minggu lalu. It’s been ages since last time I saw her! Mungkin terakhir kali ketemu sebelum tahun 1999 sebelum saya berangkat sekolah dan doi juga sekolah ke Bogor. Sejak dari Unhas pun kami sudah kenal baik (Kak Nani setahun lebih senior dari saya)… bahkan sama-sama dari kampus SMADA di BajiGau (oooohhh… SMA-ku!). Trus, di fakultas tempat doi mengajar juga sama dengan Kak Ina (my oldest sister) yang juga lagi jadi ‘anak sekolah’ di Australia.

Senangkuuuuuuuuuuuuuuuuuu! Ceritanya, beberapa bulan lalu saya terima email dari Kak Nani lewat mailing list (tak resmi)-nya Unhas (unhas-ml@yahoogroups.com) yang memberitahu kalo doi mo berkunjung ke DC metro area. Wow!!! Senangku’ kawé! Kita mulai mi bolak-balik kirim berita untuk atur dan bikin rencana kalo Kak Nani datang. Hari Rabu minggu lalu, kami bertiga (saya, Iman, dan David) jemput doi dari tempat konferensinya di Linthicum Heights. Weits, lumayan jauh juga… manalagi kita jemputnya pas rush hour waktu orang-orang pulang kantor tinggalkan DC menuju arah utara ke Baltimore. Ketemu Kak Nani seperti mimpi saja. Mulai mi keluar pi ji ki’ mi… dst yang sudah hampir setahun saya gudangkan karena tidak bisa dipake’ disini (kecuali kalo lagi bicara di telpon dengan orang-orang tercinta di Makassar). David dengan Iman cuma senyam-senyum… karena tidak mengerti, hehehehehe.

Besoknya, hari Kamis sampai hari Sabtu kami berdua (kecuali hari Sabtunya, David ikutan) jadi turis jalan ke downtown DC. Mulai dari US Botanic Garden, The Capitol, The National Mall dan Memorial Parks (WW II Memorial dan kawan-kawannya kayak Vietnam War and Korean War Memorial), Washington Monument (yang kata Iman: "giant pencil"), Lincoln Memorial, (and yessss!) the Smithsonian’s (super-d duper gorgeous all FREE) Museums, the White House (yang cuma beberapa blok dari kantornya David… jalan kaki ndak sampe’ 10 menit), , dan tidak ketinggalan tempat makan yang rasanya susah untuk tidak di-ekspose ke Kak Nani, hehehehehe. Kita kemana-mana naik metro train (subway) dan bus. Hari Sabtu Malam, Kak Nani jokka sendiri ke New York City (dasar preman! hahahaha!) naek Amtrak train. Maunya saya ikut juga… tapi ndak dikasih izin sama Bapak Om David (padahal mo tongki’ jadi preman di NYC gaaaaaaaaaaang!!!! *sigh*). Hari Selasa, Kak Nani balik dari NYC dan siap-siap packing untuk balik ke Sydney (mo ki singgah dulu di LA selama 3 hari sebelum ke Sydney… wédédéh, betul-betul preman! hahahaha!).

Kak Nani di DC metro area. Searah jarum jam dari pojok kiri atas: dengan Iman di balkon apartemen kami; dengan David yang lagi goofy nunjuk ESPRSSO; berfoto di the reflecting pool dengan latar belakang "the giant pencil"; dengan Yaty waktu makan malam sebelum tinggalkan east coast di tempat makan kegemaran saya dengan David "Saigon City, Vietnamese Restaurant" di Springfield (Fairfax, VA). Kami makan "bakso urat ala Vietnam", Pho Bo Vien.

Pokoknya, I really had a GREAT time with her when she’s here. Kita juga catching up dengan banyak cerita… mostly tentang kampung Ujungpandang (sekedar info, saya lebih suka pake’ nama "Ujungpandang" biar tidak bingung dengan Makassar sebagai etnis dan bahasa), tentang almamater (dengan segala ke-UNIK-annya), dan gossip seputar kehidupan kami berdua. Weits, jangan berburuk sangka dulu… gossip disini yang bagus-bagus ji gang! Saya bilang sama Kak Nani kalo pasti itu orang-orang pada bertanya bagaimana kehidupan Yaty di sana dengan suaminya yang bulé (hehehehehe) dan ‘anak ketemu gédé-nya… sa bilang: liat mi, begini mi aslinya hidupku disini. I am happy… alhamdulillaah… I am happy

Truuuus… hari Rabu, saya antar Kak Nani ke Union Station untuk ambil MARC train ke Baltimore untuk selanjutnya naek shuttle (train or bus?) ke BWI Airport.


"Kak Nani, baék-baék ki’ di jalan nah! Salam buat Kak Karim dan anak-anak (Angga dan Rara). Dan sampai ketemu di Makassar (Kak Nani selesai mi tawwa sekolahnya tahun depan), insya Allah, tahun depan kalo saya mudik…
Thanks for visiting us… it’s an honor having you here!"

Weblog and I

April 27th, 2006 by yatyasir

*Whew* akhirnya kena "hasutan"nya Imran untuk punya blog di luar Friendster yang membolehkan non-member untuk ikut berpartisipasi kasih komen. Setelah ’shopping around’, eh jadi ingat kalo saya punya account di blogspot (blogger) sejak tahun 2004 yang tidak sempat saya aktifkan blog-nya karena my lovey hubby waktu itu sudah menyediakan space di domain yang dia punya di geekprime.com. Jadinya, SKY — Yaty’s Place jadi weblog-ku yang pertama (for you who know me in person would know for sure the meaning of "SKY" there, hee hee). Awalnya rajiiiiiiiiiiin sekali nulis terutama sebagai sarana untuk ‘tukar informasi’ — selain telepon dan chatting — dengan David. Tapi karena beberapa hal (yang agak rumit kalo saya cerita di sini), saya mengalami ‘kemacétan’ luar biasa (hahaha) meng-update apalagi setelah saya tiba di Alexandria ("hijrah" dari kampung halaman Ujungpandang ke sini dan "hijrah" dari status single jadi double — ukuran ranjang kapang?! eits!!! — membutuhkan banyak waktu dan energi untuk adaptasi dan kompromi). Bukannya alasammaté ("alasan yang tidak beralasan", hehehehe), tapi memang begitulah kondisinya.

"Pergaulan"ku dengan FS juga diawali dengan ‘hasutan’, hehehehe. Sebenarnya sudah lama juga banyak yang invited me untuk join FS… tapi ternyata adik angkatanku di Kelautan, Khirlan, yang berhasil, hehehehe. Setelah observing sana sini, ternyata ok juga. Jadilah weblog-ku, My Simple Life, yang kedua yang saya punya. Lewat blog dan FS itu, saya jadi banyak kontak dengan teman-teman yang membuat saya tetap "bersentuhan" dengan Ujungpandang alias Makassar yang selalu saya rindu. Seperti jaring laba-laba alias web, setiap thread menghubungkan saya dengan banyak hal yang saya rindukan, menjerat saya dengan pesona kampung halaman, dan kharisma dialek Ujungpandang (mi pi ji ki’ di’… dst) yang tidak bisa saya "praktek" kan disini dengan dua orang tercintaku: Iman dan David. I’m stuck here with two Americans who can’t speak in bahasa Indonesia… especially with Ujungpandang dialect, hehehehe. Cuma karena di FS ini saya pake’ bahasa Indonesia (campur-campur juga… dengan banyak ’slang’ dialek Ujungpandang), David kadang mengeluh karena tidak mengerti (and I ended up explaining to him, lol)… manalagi dia terlalu percaya dengan kamus online yang tentu saja tidak dapat rekomendasi bagus dariku (karena suka aneh kalo diartikan dalam bentuk kalimat), hehehehe.

Sebenarnya, saya cukup puas dengan my FS weblog… terutama karena layout dan desainnya yang sederhana/simple (sesuai dengan judulnya, hehehehe). But my chat with Imran the other day tentang blog yang "sekke’" alias pelit karena non-member tidak bisa posting comments, I think it makes sense to move on and try other ‘providers’ that’s not that sekke’! Seingat saya, blogspot dulu juga punya kebijakan seperti itu (well, go figure! that’s why I got my account at blogspot at the first place :) )… tapi entah sejak kapan itu berubah dan lebih ‘open minded’ untuk membolehkan pembaca blog memberi komentar meskipun mereka bukan member blogspot… which I think it’s pretty darn cool! Ditambah lagi, hasil browsing, saya berhasil dapat desain blogspot yang persis sama dengan yang di FS. So, cool-lah! I know it’s kinda tyring to keep changing blogs… but I think it’s fair to give it a shot! I’m not a sekke’ person… and I don’t want my blog to be sekke, either :). Saya mo coba untuk menulis di dua blog ini dengan materi yang persis sama (ya… main copy and paste saja) supaya temans dan keluarga bisa kasih komen, baik itu yang member maupun non-member FS. So, what do you think?

Ah, semoga Friendster bisa lebih ‘open minded’ di’?! Or is this just my wishful thinking?


****************************************

Untuk temans dan orang-orang tercintaku yang non-member dari Friendster yang mo kasih komen, ini alamat blog-ku yang persis sama dengan yang di FS ini… namanya pun sama:

My Simple Life : http://yatyasir.blogspot.com

*****************************************

What spring brings…

April 24th, 2006 by yatyasir

Mengamati setiap kali pergantian musim selalu menyenangkan. Ini merupakan spring atau musim semi pertama saya di kampungnya George Washington. Meskipun tidak ’sedrastis’ seperti Toronto (sekedar cerita, kalo di Toronto, musim semi betul-betul ‘kelihatan’ beda dengan winter, kalo boleh dibilang "berbeda nyata", hehehehe… jadi ingat Statistik. Saya takjub menyaksikan dari hamparan putih salju ada "titik" hijau muncul, karena di TO biasanya awal spring masih saja turun salju. Sedangkan di sini? selama winter pun rumput masih tetap "kelihatan" hijau. Kalaupun turun salju, paling banter hanya beberapa inchi saja… itupun tidak bertahan lama karena udara di sini "terlalu hangat" untuk salju tidak lumer), tapi tetap saja saya amazed dengan buttercup and other wild plants that spring brings (I took some pics when I went to the park with Iman a few weeks ago).

Wildspring_2Dogwood_1

What else that spring brings? Bunga-bunga mulai bermekaran, halaman rumah kembali tertata indah dengan aneka bunga (semua pada excited beli pupuk, bibit, dsb… Home Depot "panen" pembeli), dogwood flower (putih dan pink) akhirnya "tampil" dimana-mana, orang-orang mulai pake’ "baju minim" kesayangan (alias baju palopo = paccinikkang lobang pocci’na — Bahasa Makassar dan slang anak muda di Makassar = memperlihatkan puser/pusat/navel) dan sandal (pakaian dan jaket tebal digudangkan dan dilupakan untuk sementara — sampai hawa winter mulai terasa lagi), taman senantiasa penuh dengan orang-orang yang berpiknik, DC metro area penuh turis (apalagi waktu spring break kemarin!), dan pohon-pohon mulai hijau… mulai berbunga… terutama pohon Oak… dengan serbuk sari alias pollen-nya! HAH! And because of that, I shouted:

"I - HATE - SPRING!!!!"

I know… I know. "hate" is a very strong word, and definitely not nice to say and (for sure) to feel. But spring brings a very very nasty ALLERGY to me!!! Sejak lahir dan besar di Makassar (yang polusinya mulai mengkhawatirkan… kata orang)… trus 2 tahun (2 springs) di Toronto, yang namanya pollen dan alergi debu tidak pernah saya alami (kecuali alergi gatal-gatal gara-gara terlalu balala kebanyakan makan udang… ages ago!). Yup, bukan cuma pollen, I just discovered that I’m also allergic to dust mites alias kutu debu (in winter… that everytime the heater’s on, I cough and cough and cough…). Now that the heater’s off, and it’s time to open the window and the enjoy the fresh air (Nooooo! it’s not "fresh" AT ALL! It’s contaminated with that darn stupid pollen!)… but NO, I couldn’t do that coz the oak tree is there… right in front of our balcony and in front of our bedroom window… super happy to spread its remarkable pollen! Terrific! It’s just super awesome… I’m not only have an indoor, but also outdoor allergies! (*sigh* now I’m being sarcastic… another David’s bad influence!).

Damnoaktree_1

The darn Oak tree in front of our balcony… sumber masalahku. When I mentioned about this to David’s friend, he suggested me to sneak at night and cut it down… and blame, who? lol.

Awalnya, saya kira cuma flu biasa… eventhough first time I sneezed, Iman kontan bilang: it’s allergy! Satu minggu lewat, ‘pilek’ ku tidak kunjung sembuh. Setiap hari (maaf) ingus masih tetap saja kayak air, mataku sangat sangat gatal dan berair (I couldn’t help rubbing my eyes all the time! akibatnya kulit sekitar mata jadi iritasi bahkan saya ‘cakar’ secara tidak sengaja *sigh*), hidung tersumbat setiap saat sampai tidurpun rasanya susah… and I could go on and on and on. Sebenarnya saya paling tidak suka mengeluh… malah saya suka ballisi’ sama orang yang suka mengeluh. But this allergy’s been killin’ me!

Yang saya kasihan malah David. Dia frustrasi lihat saya merana. Semua obat alergi yang ada di lemari dicobakan semua ke saya. Yang lebih kasihan lagi karena saya TIDAK SUKA (minum) OBAT… maka bertambah tambahlah frustrasinya dia. Bukannya karena keras kepala saya tidak mo minum obat… I have my own reason. Mungkin karena jarang sekali mengkonsumsi obat (kalo pilek berat pun, saya sebisanya makan lebih baik dan istirahat lebih sampe’ akhirnya sembuh… but this allergies don’t go away that easy. Darn it!), tubuhku sering bereaksi ‘over’ kalo saya minum obat. Contohnya saja, obat pertama yang dikasih David katanya ‘non drowsy’… tapi begitu habis minum "cuma" 1/2 biji (ini dosis anak 12 tahun!), 15 menit kemudian saya langsung KO. Yup, that medicine knocked me out! David masih ngomong (waktu itu kita ngobrol di couch sambil nonton tv), saya sudah "cherioooo". Hehehehe… awalnya dia kira saya bercanda… ternyata memang KO! Saking serunya, itu kotak obat David tandai dengan spidol: "KO" supaya saya tahu obat mana yang terlalu ’strong’ reaksinya buat saya.

Komed Setiap buka lemari obat, saya selalu ketawa sendiri lihat kotak obat yang ini… hehehehehe

Sampe’ saya coba lagi obat lain… tapi semuanya cuma temporarily ease the symptoms. Akhirnya saya mengalah… mostly karena kasihan sama suamiku yang frustrasi lihat saya menderita gara-gara alergi ini. Ok ok… minggu depan bikin janji ketemu dokter minta saran obat apa yang aman buatku. Ugh, and I don’t like go to the doctor, either! Wey???!!! apa maumu, Yaty????!!!!

I open the weather.com… Astaghfirullaah… penderitaanku tidak akan berakhir sampai paling tidak sampai awal Juni. Malah hari ini ada Pollen Alerts for Alexandria: the pollen forecast for your local area is VERY HIGH.

I know I should not say that strong word (hate) again. But I definitely can say:

I (really really really) DON’T LIKE SPRING!!!!!!

And I really mean it!!!!

Cabbiya…

April 19th, 2006 by yatyasir

Beberapa malam lalu, seperti jadi ritual kami berdua nonton The Colbert Report. Kali ini bintang tamu yang diwawancarai adalah Reza Aslan, pengarang buku "No God but God" (Catatan: kalo diterjemahkan secara literally ke dalam bahasa Arab merupakan kalimat tahlil: "Laa ilaah illaa Allah"). He’s really GOOD ! Secara spontan, sa langsung bilang ke David: "Oh my, I’m in love with this guy!".

Whoopss! David langsung terbelalak dan bilang: "Whaaaat???" sambil bergaya cabbiya (Bugis = merengut; seperti kalo akan menangis — bibir bawah dimonyongkan). Saya ketawa. Sambil merapatkan tubuh ke yang tercinta , saya cubit bibir bawah yang dia monyongkan dan bilang kalo dia (akan selalu, insya Allah) jadi yang terbaik… karena dia yang dipilihkan Allah untukku. Trus, saya jelaskan kalo orang (baik itu laki-laki atau perempuan, anak-anak atau dewasa) yang pintar dan cerdas (terutama masalah Agama, seperti Reza ini) selalu membuat saya "jatuh cinta"…

Pertama kali "lihat" Reza Aslan di tv, trus browsing the net, kemudian baca review bukunya (can’t wait to read it meself!), trus lihat di tv lagi… sampe’ kemudian diwawancarai sama Stephen Colbert beberapa malam itu. Coba lihat rekaman videonya… saya dan David sampe’ ketawa terbahak-bahak karena si Stephen "kena batunya" (biasanya bintang tamu yang diwawancarai yang "kena") karena jawaban dia terhadap "banyolan" (sindiran?) Stephen dia timpali dengan cerdas (David berkomentar memuji: he’s quick! ;)). Saya sangat bangga (dalam konteks yang positif — tanpa bermaksud riya’) dengan orang-orang seperti Reza ini… punya pengetahuan yang dalam tentang Islam dan "membela" Islam tanpa harus "angkat senjata".

  Watch it

Of course, cabbiya-nya David tidak lama… dasar goofball!

You know what, Honey? Salah satu yang bikin saya jatuh cinta padamu adalah karena meski "baru" 12 tahun menjadi muslim, ko pintar dan cerdas (kelihatan kalo kita diskusi, sejak pertama kenal sampe’ sekarang) mengenai agama sampe’ saya menjulukimu BULUS (BUlé tapi UStadz ), menjalankan perintah agama (it’s always touching me when we’re "sholating" jama’ah, especially Subuh time)… and I’m sooo proud of you! You’re always be the best, Honey… and I you, insha Allah… forever!

Kritik tanda sayang

April 6th, 2006 by yatyasir

Akhir-akhir ini, saya jadi sering ikutan David nonton talk show (mostly about politics) di Comedy Central channel: The Daily Show with Jon Stewart dan The Colbert Report … dan kayaknya jadi ketagihan nonton dan tidak sabar untuk lihat episode besoknya . Mereka tuh membicarakan politik seperti tanpa beban (memang harus begitu kalo meng-klaim ini negara menganut faham demokrasi dengan pers-bebas). Mengolok-olok presiden dan para anggota kongres yang terhormat merupakan bagian yang tidak pernah terlupakan dalam setiap episodenya. Sangat menarik!

Mengapa saya bilang sangat menarik? Coba saja bandingkan dengan melihat kasus pelecehan presiden (Megawati, waktu itu) beberapa waktu lalu di negara kita. Seandainya itu (berlaku) di sini, si Jon Stewart dan si ‘narcissus’ (hehehehe) Stephen Colbert pastilah sudah jadi penghuni hotel rodeo berbintang lima (pake’ plus lagi!). Apalagi waktu jaman Pak Harto dulu… walaaaah… both of them pasti sudah "lenyap tanpa bekas" (yang biarpun agen CSI paling top kayak Grissom tak bakalan bisa melacak trace-nya, hahahahaha!). Yang lebih menarik lagi, seringkali habis mengolok-olok (kadang malah kesannya lebih jahat lagi), "oknum" yang diolok kemudian jadi bintang tamu yang diwawancarai pada episode berikutnya (lihat episode bintang tamu: Sharon Stone dan Senator John McCain). Pers-bebas dan bertanggungjawab! . Yang dikritik dan mengkritik… sama bertanggung jawab (dan yang jelas bukan "jawaban tanggung", hehehehehe).

Saya jadi penasaran… apa Soesilo Bambang Yudhoyono, Presiden RI kita serta para wakil rakyat bisa terima dengan hati lapang kalau dikritik (baca: diolok-olok) seperti halnya disini? Apa para wartawan kita bisa dengan "lapang"nya menulis dan berani bertanggungjawab (dalam hal ini menulis dengan resources yang jelas dan terbuka) seperti pers di sini? Mmmmm….

Semalam saya marah besar. Waktu menyuruh Iman untuk siap-siap tidur (ya wudhu, gosok gigi, menyisir, sholat isya, dst) dan mengingatkan kalo sekarang sudah jam 9:15 (jam tidurnya seharusnya 8:30!), dia balas (seenaknya) dengan "it’s not 9:15… it’s 9:13!", saya jadi naik darah . Saya bilang, it’s not the point! dan kalo saya jadi kamu dan bilang begitu ke ibuku, saya pasti sudah dihukum seumur hidup. It’s totally rude dan dosa kalo anak ngomong ke orangtua ma’bali-bali (Bahasa Bugis = membantah dengan tidak sopan)… kesannya sangat patoa-toai (Bahasa Makassar = mengolok-olok)!

Nah, kalo pers (wartawan) dalam hal ini "anak" patoa-toai ke para petinggi negara seperti presiden dan wakil rakyat sebagai "orangtua"… apa si "anak" kena hukuman ya?

Wait… did I say "wakil rakyat"??? Ah… then it’s fine. Mereka wakil kita kok… pembawa aspirasi kita… jadi ndak ‘papa kalo kita patoa-toai ke mereka. Bukankah kalo mereka ‘meléncéng’ dan tidak mewakili kemauan/aspirasi kita, kita perlu melakukan sesuatu? Yaaah… bukankah patoa-toai juga salah satu "alat" untuk menegur atau  mengingatkan? Cuma, bagaimana caranya supaya bisa lebih banyak belajar untuk memilih metode yang tepat dalam menegur… dan tentu saja… dengan penuh tanggung jawab.

IMHO, saling kontrol merupakan salah satu metode yang sangat jitu untuk bisa tetap "on the right track". Kata orang bijak, kritik itu tanda sayang . Belajar menerima kritik dengan harapan bisa menjadi lebih baik di masa datang memang "ok punya"… tapi kenyataannya? perlu waktu yang panjang untuk bisa tersenyum (dan kemudian introspeksi) bila mendengar orang memperolok-olok kita. Jadi ingat kasus kartun jahat tentang Rasulullaah saw beberapa waktu lalu. Ah, seandainya Rasulullaah saw ada di sini, beliau pasti cuma tersenyum sama si kartunis. Bahkan mungkin beliau akan mengirimkan satu set alat gambar yang terbaik agar si kartunis bisa lebih ‘berkarya’ (bukannya berkarya yang ‘jahat’)… bukannya marah membabi-buta (malah dengan kekerasan) bukan kepalang seperti reaksi saudara muslim sedunia yang banyak kita lihat di tv dan media cetak. Ingat kisah Rasulullaah saw dengan tetangganya yang orang Yahudi? And I remember an article than David gave to me long ago. Yes, You catch more flies with honey than with vinegar… Membalas kritikan dengan senyum dan membuktikan (apa yang diolok-olokkan itu tidak benar) dengan tindakan positif seperti teladan Rasulullaah saw adalah sangat sangat indah. Nah, itu tandanya… kritik itu tanda sayang

Ah… episode nanti malam (Jon Stewart dan Stephen Colbert’s) tentang apa ya?

Hanami

April 3rd, 2006 by yatyasir

It’s not my first hanami ever (well, not really a "hanami" like in Japan… but considering it’s hanami which literally means "flower viewing" — hana = flower; mi = watch, see, view — I could say that yes, it’s hanami ). I went to see sakura years back in High Park, Toronto with my bestfriend, Tigin.

Hp_sakura_1

Yes, today I had a better hanami in downtown DC (got off at the Museum of Natural History to buy that cute "cherry blossom" t-shirt ;), then walked along the Mall towards Washington Monument and then end up at the Jefferson Memorial… such a loooong walk, eh?). It wasn’t really a great day to view sakura… it was soooo overcast! I had to put my camera on "flash mode" all the time to get a better result… But it’s cool ‘coz I brought some spare batteries, JIC .

To see the pictures, visit my set at Flickr: Sakura — Spring 2006


Washington Monument and Sakura…

And then around 1pm… here comes the rain! Time to go home…

Ugh, now I feel soooo tired. Both my legs are sooo sore due to such a looong walk today . I’m sooo out of shape … mulai battala’ karena keenakan tinggal di rumah . Oh well… it’s time to start exercising again!

DST

April 2nd, 2006 by yatyasir

5:30 am. My cell alarm went off dengan pe-de-nya. Aaaaahhh… dengan mata masih setengah tertutup, sa ke washroom dan mulai berwudhu. Akhir-akhir ini kami berdua selalu dapat sholat Subuh di "ujung" alias sedikiiiiit lagi waktu subuh sudah expired. Makanya sejak minggu lalu saya setél alarm di HP dan tidak mo lagi dapat "ujung" . Selesai wudhu, saya bangunkan si Daeng yang masih nyenyak tidur, " Honey, wake up… time to pray… we’re almost late!". Tidak sulit membangunkan David. Dan dengan mata masih tertutup, dia bilang kalo blum masuk waktu Subuh, not in 10 minutes, he says. Whaaat? Tapi ini sudah 5:30! Sebentar lagi waktu subuh ‘habis’! Sambil membuka mata (dengan malas), David meraih smartphone-nya dan memperlihatkan ke saya kalo waktu subuh sekarang masuk 5:38 dan berakhir sebelum jam 7 pagi. Masih bingung, saya melihat ke jendela. Ah, masih gelap sekali! But… but… but…

Dst

It’s Daylight Saving Time! Yup… it’s time to spring forward one hour. Pantasan komputer David di kamar kami tidak "adzan" .

David bangkit untuk berwudhu, dan HP and our computers (mine’s in the living room) mulai mengalunkan adzan. Alhamdulillaah… setelah sholat subuh berdua, kami balik lagi tidur… nikmati hari terakhir bermalas-malasan sebelum tiba hari sibuk besok.

Jadi, sekarang beda waktu Alexandria dan Makassar pas 12 jam, dan dengan Adelaide 14.5 jam (betulkah, Kak Ina?). Ah… jadi rindu Makassar… rindu Ibu dan Ayah. Rindu Attong… rindu semuanya…

Homesick… homesick…