Archive for May, 2006

Pindah…

Monday, May 8th, 2006

Dearest all…

Mulai hari ini, Senin, tanggal delapan bulan lima tahun duaribu enam, jam sembilan pagi waktu Virginia dan sekitarnya… saya menyatakan bahwa weblog My Simple Life di Friendster ini "pensiun" untuk selamanya.

Untuk selanjutnya,

My Simple Life: Ceritaku… or http://www.yatyasir.com

akan jadi weblog permanenku (insya Allah) sampai waktu saya masih bisa bercerita di situ (hehehe).

Makasih nah sudah membaca dan mengirim pesan cinta (lewat komentar kalian terhadap tulisanku)… and please keep on doing that di blog-ku yang di blogspot!

With love and wassalaam,
Yaty Yasir

Art Time!

Saturday, May 6th, 2006

Wuuhhuuuyyy! Akhirnya berhasil juga saya bingkai kodong ini hasil karya waktu luangku setelah beberapa minggu tetap ter-attached di buku gambar. Ndak asing toh? karena memang ini juga saya jadikan gambar latar profilku di Friendster.


Sekarang, setiap kali masuk ke apartemen, gambarku ini "menyambut" dengan salam. Yup, itu kaligrafi "Assalaamu’alaykum" yang dikelilingi motif sakura. Bagusji toh?! Hehehehe… puji alé…

Semuanya berawal hari Jumat kemarin…

Senangku’ blah kemarin bisa ke Plaza lagi. Jangan salah… ini bukan mall, shopping center atau tempat ngécéng… tapi (jaringan) toko yang jual peralatan seni (gambar, lukis, dan teman-temannya :) ) dan bingkai foto/gambar. Ikut David ngantor ke downtown DC, saya jalan kaki (japrut = jappa paruntang) beberapa blok ke 20th Street untuk bisa memuaskan hasrat hati di Plaza, hehehe. Alhamdulillaah cuaca bersahabat ji… meskipun pollen rate masih cukup tinggi, tapi pohon oak yang baru saja jadi "musuh besar"ku sudah berhenti mi bercinta (bayangkan mi itu serbuk sari alias sperma-nya ditebar-tebar di udara! Bisanya di’… pohon oak yang "bercinta", saya yang mabok! hahaha!!!).

Plaza yang ada di downtown DC tidak begitu besar tokonya. Tapi isinya… édédéh… bisa bikin bangkrut kalo mo diikuti kata hati. Orang Bugis bilang, benynya mata… rasanya mo semua dibeli. Kalo tidak ingat harus balik ke rumah (artinya butuh waktu sekitar 45 menit naik metro train dan bus untuk sampe’ di Alexandria) sebelum Iman pulang sekolah jam 3:10pm, pasti mi saya betah berlama-lama disitu. Setelah beli tinta untuk pena kaligrafi-ku (baru saya lihat kemarin kalo habis mi waktu mo tolong tuliskan sertifikat untuk temannya si Daeng), beli beberapa buku sketsa berbagai ukuran, dan 2 bingkai dinding (wall frame), dengan berat hati (tapi dengan hati senang, hehehe… sensasionalnya deeeh… kayak sinetron saja :p) saya pulang ke rumah (pake’ singgah di toko halal store dekat rumah).

I was sooo excited. Sampe’ di rumah langsung ka’ kutak katik bingkai yang tadi saya beli dan pasang kaligrafi "Assalaamu’alaykum" di atas di dinding depan pintu masuk ke apartemen. Trus, waktu Iman pulang sekolah, saya ajak dia bikin "project" membuat kaligrafi, menghias dan membingkai puisinya yang berjudul "Black" yang beberapa minggu lalu memenangkan tempat kedua perlombaan menulis puisi di sekolahnya. My young lady ini cukup kreatif dan termasuk dalam karakteristik pemimpi (hehehehe… or in English we called it: a dreamer)… daya imajinasinya tinggi sekali (mengingatkanku sama ponakanku tersayang, Lala :) ) dan dia itu BIG FAN-nya Harry Potter, hehehe. Setelah selesai saya tulis ulang puisinya (gurunya mem-print satu kopi untuk kami dan satu kopi lagi untuk mamanya), giliran Iman yang menggambar di ‘ruang’ yang kosong di sisi-sisinya. Habis itu, dengan sedikit ‘finishing touch’ dan memodifikasi bingkainya, jadilah karya puisinya Iman terbingkai cantik dan menghiasi ruang tengah apartemen ‘home sweet home’ kami…


Iman senang sekali… apalagi itu karya pertamanya yang kita pajang dengan bingkai. Saya dan Baba-nya kompori-ki untuk terus bikin karya yang bagus dan bisa kita pajang untuk penuhi dinding apartemen kami yang masih banyak ruang kosongnya :).

I always enjoy my "art time"! Mungkin berikut saya bikin kaligrafi ayat kesayanganku (Ayatul Kursiy) dan surah kesayangan David (Al-Ikhlas)?

Well, kita lihat saja nanti! (kayak lagu saja, hehehe).

Seputar blog (lagi)

Friday, May 5th, 2006

Sejak kenal yang namanya blog dan punya ‘jaringan’ karenanya (hehehe… pake’ bahasa Indonesia yang baik dan benar… Pak Yus Badudu kapang?!), setiap kali browsing internet, saya pasti cek satu-satu blog teman-teman yang ada di link-ku. Nassami ndak mo ka’ iya ketinggalan berita… apalagi selalu menyenangkan membaca tulisan mereka dengan gaya (style) dan corak yang unik antara satu dengan yang lainnya. Karena komputerku saya "boyong" ke living room di depan tv (sampe’ David bilang, kalo area living room di pojok kanan couch itu "yaty’s working spot", hehe. Meja di kamar itu mo diapakan ya?), kadang si Daeng ikutan ngintip aktivitasku kalo ngecék blogsnya teman-teman (kadang juga kasih komen :) ). Trus, doi bilang… knapa capek-capek buka satu-satu padahal belum tentu yang saya buka itu sudah di-update? Heh, betul juga di’?!

Lama mi sebenarnya David menyarankan untuk pake’ fasilitas Bloglines.com untuk memudahkan me"lacak" update dari website/blogs yang aktif saya buka. Jadi ingat dengan Lina Wuysang waktu awal-awal saya pake’ Friendster. Dia rada panik waktu itu karena setiap kali update blognya di FS, semua teman yang ada dalam list-nya dapat email tentang itu. Jadi kalo 5 kali di-update dalam sehari ya… setiap teman dapat 5 email "pemberitahuan" juga. Ndak heran kalo ada beberapa temannya yang ‘protes’. Repot memang tawwa! Hal yang sama juga dikeluhkan Adink yang malah sampe’ men-delete friends list-nya supaya tidak merepotkan teman-temannya kalo blog-nya dia update.

Sebenarnya Friendster sejak dahulu kala (hehehe) sudah kasih pilihan… kalo tidak salah di "Account Settings". Cuma karena sudah di-setting dari sana, "default"nya itu Receive Friend Updates: YES (padahal kalo mo terbebas dari email dari FS, ya ganti ki pilihannya jadi NO), makanya setiap kali ada update pasti notification-nya juga dikirim ke kita via email. Sekarang FS sudah lebih bijak karena untuk melacak update temans yang ada di list sudah ada di Home: Friend Tracker.

Ternyata memang Bloglines ok punya! Saya ndak perlu lagi buka satu-satu website temans untuk lihat update-nya. Cuma memang dengan Bloglines (dan "providers" lainnya yang berfungsi serupa, untuk men-track website’s updates) requires RSS feed (’Mran, baca maki’ ini eh… lengkapmi itu dengan sejarahnya sekalian, hehehehe). Di Bloglines, kalo tidak tahu RSS websites (termasuk weblogs and podcasting) yang akan kita ‘daftar’, tidak jadi masalah karena Bloglines secara otomatis bisa mendeteksi atau mencari RSS dari website tersebut. Pengalamanku, semua blogs teman yang di FS maupun blogspot (blogger) langsung terdeteksi RSS feed-nya oleh Bloglines. But I do have some problems waktu mo add blogsnya Imran dan Rara yang sama sekali tidak terdeteksi RSS-nya. Saya ksi bunyi tanda emergency pake’ teriak HEEEEEEEEEEEEELP!!!! ke David, hehehe. Itu tongmi enaknya punya "computer helpdesk" yang siap 24 jam 7 hari seminggu, hahahaha! Akhirnya dapat ‘kuliah’ tentang cara dapat RSS feed websites yang tidak terdeteksi. Pretty much dia ksi liatka’ cara meng-hack (hacker kapang?!) lewat Ponyfish RSS Feed Builder. Wow! It’s pretty cool!!! Hehehehe… untuk orang awam komputer dan betul-betul cuma pemakai kayak saya, ‘kuliah’ dari my personal helpdesk (wuhuuuyyy!) yang programmer cukup bikin otakku yang sudah mulai karatan jadi terasah lagi *wink*. So, sekarang bisa ma’ bacaki blogs-nya Rara dan Imran lewat Bloglines… Yay!!!

Weh, ternyata bisa panjang juga kalo nulis tentang blog di’?! Better stop now sebelum para pembaca yang terhormat protes teriak: "Sudah mo kodooooooooooong!!!". Sama ji di darat, kalo sudah bicara susah berhentinya, hahahaha! Tapi percaya maki’, kalo ketemu mi sama my young lady (Iman), saya tidak ada apa-apanya *wink*. Kalo dia sudah bicara, persismi kayak kran bocor (hahaha!) dan Baba-nya langsung bilang: "Iman, you know that thing…", dan cukup stop disitu tanpa kalimat lanjutan, Iman pasti menjawab: "yeah, yeah… I know, I know". Dia tahu, itu tandanya dia ngomong tanpa kontrol dan harus stop, hehehehe.

Eh iyo, last thing… I want to let you know that I really like blogspot… it’s awesome! Coba bandingkan dengan FS yang banyak sekali iklannya dan sudah mulai mi annoying. Moga-moga blogspot/blogger tetap tanpa iklan (Hello Google! Please keep it that way… puhleeeze?). Saya juga sudah minta tolong (again, hehehe) David untuk jadikan blog di blogspot (or blogger) ini jadi default untuk yatyasir dot com… pretty cool, eh?

Oh well… enough for now :). But I can guarantee (insya Allah) that I’ll write "seputar blog (lagi… and lagi)" later. Just don’t get bored, ok? Hehehehe… ‘maksa-nya di?! Ndak tahu mi juga deeeeeeeeeeeeeh??!! :D

Tamu dari Makassar… eh Sydney :)

Thursday, May 4th, 2006

Yep! Selama beberapa hari, our home sweet home kedatangan tamu dari Sydney: Kakak Rohani Ambo Rappe. Kak Nani (begitu doi biasa dipanggil) ini ‘anak sekolah’ yang lagi ambil Ph.D program di salah satu universitas di Australia dan lagi "jalan-jalan" ke US dalam rangka mempresentasikan makalahnya pada konferensi yang diselenggarakan di CCMIT di Linthicum Heights (dekat Baltimore, MD) awal minggu lalu. It’s been ages since last time I saw her! Mungkin terakhir kali ketemu sebelum tahun 1999 sebelum saya berangkat sekolah dan doi juga sekolah ke Bogor. Sejak dari Unhas pun kami sudah kenal baik (Kak Nani setahun lebih senior dari saya)… bahkan sama-sama dari kampus SMADA di BajiGau (oooohhh… SMA-ku!). Trus, di fakultas tempat doi mengajar juga sama dengan Kak Ina (my oldest sister) yang juga lagi jadi ‘anak sekolah’ di Australia.

Senangkuuuuuuuuuuuuuuuuuu! Ceritanya, beberapa bulan lalu saya terima email dari Kak Nani lewat mailing list (tak resmi)-nya Unhas (unhas-ml@yahoogroups.com) yang memberitahu kalo doi mo berkunjung ke DC metro area. Wow!!! Senangku’ kawé! Kita mulai mi bolak-balik kirim berita untuk atur dan bikin rencana kalo Kak Nani datang. Hari Rabu minggu lalu, kami bertiga (saya, Iman, dan David) jemput doi dari tempat konferensinya di Linthicum Heights. Weits, lumayan jauh juga… manalagi kita jemputnya pas rush hour waktu orang-orang pulang kantor tinggalkan DC menuju arah utara ke Baltimore. Ketemu Kak Nani seperti mimpi saja. Mulai mi keluar pi ji ki’ mi… dst yang sudah hampir setahun saya gudangkan karena tidak bisa dipake’ disini (kecuali kalo lagi bicara di telpon dengan orang-orang tercinta di Makassar). David dengan Iman cuma senyam-senyum… karena tidak mengerti, hehehehehe.

Besoknya, hari Kamis sampai hari Sabtu kami berdua (kecuali hari Sabtunya, David ikutan) jadi turis jalan ke downtown DC. Mulai dari US Botanic Garden, The Capitol, The National Mall dan Memorial Parks (WW II Memorial dan kawan-kawannya kayak Vietnam War and Korean War Memorial), Washington Monument (yang kata Iman: "giant pencil"), Lincoln Memorial, (and yessss!) the Smithsonian’s (super-d duper gorgeous all FREE) Museums, the White House (yang cuma beberapa blok dari kantornya David… jalan kaki ndak sampe’ 10 menit), , dan tidak ketinggalan tempat makan yang rasanya susah untuk tidak di-ekspose ke Kak Nani, hehehehehe. Kita kemana-mana naik metro train (subway) dan bus. Hari Sabtu Malam, Kak Nani jokka sendiri ke New York City (dasar preman! hahahaha!) naek Amtrak train. Maunya saya ikut juga… tapi ndak dikasih izin sama Bapak Om David (padahal mo tongki’ jadi preman di NYC gaaaaaaaaaaang!!!! *sigh*). Hari Selasa, Kak Nani balik dari NYC dan siap-siap packing untuk balik ke Sydney (mo ki singgah dulu di LA selama 3 hari sebelum ke Sydney… wédédéh, betul-betul preman! hahahaha!).

Kak Nani di DC metro area. Searah jarum jam dari pojok kiri atas: dengan Iman di balkon apartemen kami; dengan David yang lagi goofy nunjuk ESPRSSO; berfoto di the reflecting pool dengan latar belakang "the giant pencil"; dengan Yaty waktu makan malam sebelum tinggalkan east coast di tempat makan kegemaran saya dengan David "Saigon City, Vietnamese Restaurant" di Springfield (Fairfax, VA). Kami makan "bakso urat ala Vietnam", Pho Bo Vien.

Pokoknya, I really had a GREAT time with her when she’s here. Kita juga catching up dengan banyak cerita… mostly tentang kampung Ujungpandang (sekedar info, saya lebih suka pake’ nama "Ujungpandang" biar tidak bingung dengan Makassar sebagai etnis dan bahasa), tentang almamater (dengan segala ke-UNIK-annya), dan gossip seputar kehidupan kami berdua. Weits, jangan berburuk sangka dulu… gossip disini yang bagus-bagus ji gang! Saya bilang sama Kak Nani kalo pasti itu orang-orang pada bertanya bagaimana kehidupan Yaty di sana dengan suaminya yang bulé (hehehehehe) dan ‘anak ketemu gédé-nya… sa bilang: liat mi, begini mi aslinya hidupku disini. I am happy… alhamdulillaah… I am happy

Truuuus… hari Rabu, saya antar Kak Nani ke Union Station untuk ambil MARC train ke Baltimore untuk selanjutnya naek shuttle (train or bus?) ke BWI Airport.


"Kak Nani, baék-baék ki’ di jalan nah! Salam buat Kak Karim dan anak-anak (Angga dan Rara). Dan sampai ketemu di Makassar (Kak Nani selesai mi tawwa sekolahnya tahun depan), insya Allah, tahun depan kalo saya mudik…
Thanks for visiting us… it’s an honor having you here!"